KITAB HAID
Firman allah ta’ala “ mereka bertanya
kepadamu tentang haid. Katakanlah, haid itu dalah kotoran.’ Oleh karena itu,
hendaklah kamu menjauhkan diri dengan wanitadi waktu haid,dan janganlah kamu
mendekati mereka sebelum merak suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah
mereka itu di tempat yang diperintahkan oleh Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah
menyukai orang yang bertaubat dan mensucikan diri.” (al-baqoroh;222)
BAB-1
Bagaimana permulaan haid itu dan sabda nabi
Muhammad saw. “ ini merupakan suatu hal yang telah Allah tetapkan bagi anak
cucu perempuan adam.”
Sebagian ulama mengatakan: bahwa haid pertama
kali dating pada bani Israel
Abu abdillah ( imam bukhari) berkata, “. Akan
tetapi, apa yang di sabdakan nabi Muhammad saw. Lebih tepat.”
BAB-2
(aku berkata “Dalam bab ini, imam bukhari
meriwayatkan dengan isnadnya hadits aisyah yang tertera pada nomor 178.”)
BAB-3
-Mencuci kepala suami dan menyisir rambutnya oleh istri yang sedang
haid.
Urwah pernah ditanya orang, “ bolehkah
wanita haid melayaniku dan bolehkah wanita junub mendekatiku?” urwah berkata “semuanya
boleh bagiku, semuanya boelh melayaniku,dan tiada celanya. Aisyah telah
menceritakan kepadaku bahwa dia pernah menyisir rambut rasulullah saw ketika ia
sedang haid, padahal saat itu rasulullah saw sedang I’tikaf di masjid; beliau
mendekatkan kepalanya kepadanya (aisyah)dan dia (aisyah) ada di dalam kamarnya,
lalu ia menyisir rambut beliau, padahal ia sedang haid.”
BAB-4
-Lelaki membaca al-qur’an di pangkuan istrinya yang sedang dalam keadaan
haid
Abu wail mengutus pelayanya yang sedang haid supaya membawa (mengambil)
al-qur’an dari abu razin dengan memeganya pada gantunganya.
Aisyah r.a berkata:
nabi Muhammad saw. Bersandar di angkua aku, padahal aku sedang haid, kemudian
beliau membaca al-qur’an.”
BAB-5
-Orang yang menamakan nifas itu haid
Ummu salamah berkata: “
ketika aku bersama nabi Muhammad saw. Tidur-tiduran dikain hitam persegi empat
( dalam satu riwayat di lantai) tiba-tiba aku haid, lalu akuu keluar dan
memakia pakaian haidku, lalu beliau bertanya, “mengapa kamu? Apakah kamu nifas?
Aku menjawab: ya’ beliau lalu memanggilku, lalu aku tidur bersama beliau di
lantai yang rendah.” Ummu salamah biasa mandi bersama rosulullah saw di satu
bejana dan beliau suka menciumnya, padahal beliau sedang berpuasa.
BAB-6
-Memeluk wanita yang sedang haid
Aisyah berkata: salah
seorang diantara kami apabila haid dan nabi Muhammad saw ingin memeluknya,
beliau menyuruhnya agar berpakaian di saat haidnya,kemudian beliau memeluknya.”
Siapakah diantaramu yang bias mengendalikan syahwatnya sebagaimana nabi Muhammad
saw mengendalikan syahwat beliau.”
Maimunah berkata: “Apabila
rosulullah saw ingin menggauli( memeluk) seseorang diantara istri-istrinya yang
sedang haid, beliau menyuruhnya supaya memeakai izar ( kain).”
BAB-7
-orang yang haid harus meninggalkan puasa.
Aku berkata: dalam bab
ini imam bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits abu said al-khudri yang
tersebut dalam kitab ke -24 az-zakat,
bab ke-44)
BAB-8
-Wanita haid boleh melaksanakan manasik haji kecuali tawaf di masjidil
haram
-Ibrahim mengatakan: tidak apa-apa orang yang haid membaca ayat al-qur’an.”
-Ibnu abbas berpendapat : bahwa tidak apa seseorang junub membaca al-qur’an
Nabi Muhammad slalu mengingat ( menyebut) Allah di segala waktu.
-Ummu athiyyah mengatakan: “.kami ( para wanita) di perintahkan agar
orang yang dalam keadaan haid dari golongan kami agar mengucapkan takbir hai
raya sebagaimana takbirnya lelaki dan berdoa.”
-Ibnu abbas berkata: “. Aku diberitahu oleh abu sufyan bahwasaya
heraklius meminta surat nabi Muhammad saw. Lalu ia membacanya tiba-tiba di
dalamnya terdpat tulisan bismillahhir-rahmannir-rahim ‘dengan nama Allah
yang maha pengasih lagi maha penyayang’ dan ayat yaa ahlal kitabi ta’aalaw
ila kalimatin hai orang-orang ahli kitab! Marilah sama-sama berpegang pada kata
yang sama anata kami da kamu yakni tidak ada yang disembah selain Allah …..”
-Atha berkata: mengenai apa yang diterimanya oleh jabir, aisyah haid dan
dia melaksanakan ibadah haji kecuali towaf sekitar ka’bah dan tidak shalat.”
LERNING TO KNOWN- KITA BELAJAR AGAR TAU/ BERPENGETAHUAN
BY: aqyas