Showing posts with label pendidikan. Show all posts
Showing posts with label pendidikan. Show all posts

Friday, December 8, 2017

PERKEMBANGAN PROFESI DAN KOMPETENSI GURU BERBASIS MORAL DAN KULTUR

rizal akyas pengembangan profesi: kompetensi guru: berbasis: moral, dan kultur.


PENGEMBANGAN PROFESI DAN KOMPETENSI GURU BERBASIS MORAL DAN KULTUR







m.rizal akyas
email:rizalgunners22@gmail.com

         pengembangan profesionalisme guru menjadi perhatian secara global, karena guru memiliki peran bukan hanya mentrnfer ilmu-ilmu /informasi-informasi ilmu dan tekhnologi ke peserta didik, melainkan membentuk sikap dan jiwa untuk mampu bertahan dalam era kompetensi.



Guru yang profesional di haruskan memiliki berbagai fungsi yaitu:
 - fasilitator.
- motivator.
- informator.
- komunikator.
- agen pembaharu.
- inovator.
- konselor.
- evaluator.
- administrator.



         Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan guru harus memeliki beberapa fungsi tersebut.
untuk menjalan tugas seperti itu guru harus membangun moral dan mengaktualisasikanyaseperti disiplin, tanggung jawab.


        Dan kenyataan membuktikan bahwa kultur yang baik akan menjadi kunci kesuksesan sebagai mana yang terjadi di negara-negara asia.
 Dengan memegang dan membangun kultur dan moral yang baik dalam melaksanakan profesi guru maka langsung atau tidak langsung dapat kualitas pendidikan dapat ditingkatkan.






A. pendahuluan 
        pendidikan nasional kita masih menghadapi aneka persoalan, karena itu perhatian masyarakat terhadap masalah pendidikan tidak pernah surut. Persoalan itu tidak akan pernah selesai, karena substansi yang ditranformasikan selama proses pendidikan dan pembelajaran selalu berada di bawah kemajuan dan perkembangan ilmupengetahuan, tekhnologi dan kemajuan masyarakat.
      Beberapa peroalan pendidikan yang menonjol saat ini adalah: rendahnya mutu proses dan luaran pendidikan, lebih mendasar lagi apabila yang di perbincangkan iyu adalah mengenai mutu atau kualitas pendidikan, dimana mutu pendidikan di indonesia belum memuaskanatau rendahnya indikator diakibatkan oleh kurikulum tetapi oleh kurangnya profesionalisme guru dan keengganan belajar siswa, sumargi (1996). Mengemukakan bahwa profesionalisme guru belum memadai utamanya hal bidang keilmuanya. Misalnya guru biologi dapat mengajar kimia, atau fisika. ataupun guru ips dapat mengajar bahasa indonesia.
     Memang kuantitas guru di indonesia memanglah banyak tetapi mutu kualitas profesinalisme guru belum sesuai dengan harapan banyak diantaranya yang tidak berkualitas dalam menyampaikan materi keliru sehingga mereka tidak atau kurang mampu menyajikan  dan penyelenggaraan pendidikan yang benar-benar berkualitas. 

Sejarah Perkembangan Dan Penyusunan Kaidah Fiqhiyah

BAB II SEJARAH PERKEMBANGAN DAN PENYUSUNAN KAIDAH FIQHIYAH Menurut ali ahmad al Nabawi, perkembangan kaidah fiqhiyah dapat di bagi keda...